Hati-hati dengan umpatanmu

Bismillahirrohmaanirrohim..

temen-temen pernah terjebak dalam situasi seperti berikut?

seorang lelaki tengah duduk di teras rumahnya. lalu, dilihatnya seorang yang biasa meminta sumbangan di lingkungan tersebut. “Aduuuh, dia lagi, dia lagi. Pasti minta-minta sumbangan! Nggak tahu ya kalau zaman makin susah?”

Atau terlibat dalam pembicaraan di bawah ini ketika menanggapi gosip terhangat baru-baru ini:

Yaa Ammpyyun..apa sih yang dilihat para artis cewe2 itu dari Ariel?padahal gak cakep-cakep amat..

Tahukah temen-temen?semua lontaran-lontaran itu adalah sebuah kejahatan lho!(Astaghfirullah).Iyah,salah satu kejahatan lisan adalah mengumpat orang lain,sama halnya dengan gosip atau ghibah.

Ibnu Mas’ud berkata, “Kami pernah berada di majelis Nabi Muhammad SAW. Tiba-tiba ada seorang lelaki yang minta izin untuk meninggalkan majelis. Lalu ada seorang jemaah lainnya yang mengumpatnya setelah orang itu pergi.”
Kemudian Nabi Muhammad saw. berkata, “Ada daging yang terselip di gigimu!”
Orang tersebut bertanya, “Wahai Rasulullah, saya tidak makan apa-apa. Bagaimana bisa ada daging yang terselip di gigi saya?”
Nabi Muhammad saw. menjawab, “Sesungguhnya kamu telah makan bangkai saudaramu yang tadi”(HR. Muslim)
Dalam riwayat lain dikatakan bahwa pada saat jemaat tersebut selesai mengumpat temannya yang pergi, tiba-tiba ada angin yang berembus busuk.
Nabi Muhammad saw. bertanya, “Adakah kalian semua tahu angin apa yang berbau busuk ini?”
Lalu ada yang menjawab, “Allah dan RasulNya lebih mengetahuinya”
Kemudian Rasulullah saw. menjelaskan “Ini adalah angin dari mulut orang yang mengumpat saudaranya tadi” (HR Thabrani, Ahmad, dan Bukhari)

Cerita di atas adalah baru sepenggal kisah kejahatan lisan yang kerap kali kita lakukan dengan tidak sadar. Maka dari itu teman-teman, sebaiknya kita menghindari perkataan-perkataan yang tidak baik dan dapat menyakiti orang lain.sama halnya dengan bergosip, menyimak, menimpali, dan lain-lain. Semua itu sama timbangan dosanya. Ada kalanya kita terjebak dalam pembicaraan seperti contoh di atas, bila tak dapat mencegahnya lebih baik kita DIAM krn itu lebih mulia.

Ditinjau dari segi dosanya, dosa seorang yang mengumpat jauh lebih besar dari seorang pezina. seperti dalam riwayat hadits berikut:
“Dan sesungguhnya orang yang melakukan umpat tidak akan diampunkan dosanya sebelum diampun oleh orang yang diumpat” (Hadis riwayat Ibnu Abib Dunya dan Ibnu Hibbad)

Nah lho?sekarang harus mulai hati-hati deh ya sebelum bicara..dipikir duluu seribu kali,efeknya, baik buruknya.Semoga kita tidak mengulangi kalau memang pernah terjerembab dalam keadaan seperti itu.
Lebih berhati-hati lagi ketika yang kita bicarakan adalah aib seseorang, karena sekalipun kita mengetahui aib saudara kita lalu menutupinya maka Allah menjanjikan kebaikan untuk kita.
“Tidaklah Allah menutup aib seorang hamba di dunia melainkan nanti di hari kiamat Allah juga akan menutup aibnya” [1]

[1]Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullahu berkata: “Tentang ditutup aib si hamba di hari kiamat ada dua kemungkinan. Pertama: Allah akan menutup kemaksiatan dan aib dgn tdk mengumumkan kepada orang2 yg ada di mauqif . Kedua: Allah Subhanahu wa Ta’ala tdk akan menghisab aib dan tdk menyebut aib tersebut.” Namun kata Al-Qadhi sisi yg pertama lbh nampak krn ada hadits lain.”
Hadits yg dimaksud adl hadits dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma ia berkata “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguh Allah mendekatkan seorang mukmin lalu Allah meletakkan tabir dan menutupi si mukmin . Allah berfirman ‘Apakah engkau mengetahui dosa ini yg pernah kau lakukan? Apakah engkau tahu dosa itu yg dulu di dunia engkau kerjakan?’ Si mukmin menjawab: ‘Iya hamba tahu wahai Rabbku .’ Hingga ketika si mukmin ini telah mengakui dosa-dosa dan ia memandang diri akan binasa krn dosa-dosa tersebut Allah memberi kabar gembira padanya: ‘Ketika di dunia Aku menutupi dosa-dosamu ini dan pada hari ini Aku ampuni dosa-dosamu itu.’ Lalu diberikanlah pada catatan kebaikan-kebaikannya”

Tunggu apalagi teman?Stop Gosip, Stop Mengumpat =)

Wallahu a’lam bish showwab

(beberapa kisah diambil dari buku Gosip Halal vs Gosip Haram! : Ustadz Wijayanto)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: