..dari sudut hati, pena pun belajar

(memoar : 30 Juli 2009, Repost from Note FB)

Masih teringat suatu ketika kesedihan menghampiri, dan ku temui tak ada seorang pun yang dapat menampung gundah di hati.. aku hanya punya Allah ketika itu,

Dan aku mulai meratap dalam tangis, menguntai doa dalam sujud, mengadu pada Allah Ta’ala.

Yaa Rabb, Engkaulah Yang Abadi..Engkau Yang senantiasa menemani. Sungguh tak pantas aku berkeluh kepadaMu tentang apa yg menggelayuti hati dan membuat sendu. Bukankah Engkau telah berjanji kepada hambamu :

“Tidaklah Allah membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” – Q.S. Al-Baqarah : 286.

Sesaat aku tersadar, berhenti dari isak tangis, dan mulai berpikir…Yaa Allah, bukankah keadaan yg sedang menghampiriku ini hanyalah secuil kasih sayangMu kepadaku..Ya,hanya secuil diantara kasih sayangMu yang tak kusadari, yang bahkan luasnya langitMu tak dapat menghinggakannya. Kesedihan, penderitaan, rasa sakitlah yang Engkau tunjukkan kepadaku ketika ku mulai lupa mengingatMu. Betapa besar cintaMu padaku, Allah..

Kini air mata ku semakin deras terurai.. tidak lagi membayang segala kesedihanku tadi. Yang mengitari kepalaku, yang berdesir di hatiku adalah rasa cintaMu dan gemetar tubuhku mengingat setiap dosa yang telah kulakukan hingga beberapa detik silam ketika aku mulai putus asa akan rahmatMu bahkan mengeluh di hadapMu.

“Allah Yang Maha Melindungi, satu pintaku.. tetapkan aku dalam penjagaanMu, melalui tangan malaikat-malaikatMu, melalui orang-orang sekitarku, melalui setetes embun bahagia yang Engkau rahmatkan padaku, melalui desiran kesedihan yang mengusik ketenanganku,dan  melalui segala penciptaanMu yang Maha Indah. Jadikan setiap detik yang kutapaki adalah sebuah pengingat akan kasih sayangMu yang tak berbatas”

Amiin..

Begitulah ketika Allah mengajarkanku.. Sang Inspirator Sejati, sehingga pena pun dapat menari layaknya kuas yang sedang melukiskan keindahanNya dalam sebuah kanvas yang tak lagi bersih ini. Yaa Allah.. dari situlah pena akan memulai gerakannya untuk belajar memaknai setiap cintaMu dalam tulisannya. Ijinkan lah walaupun yang tertuang ini tak seindah lukisan semestaMu..


_sebuah goresan lain dr Tsuraya_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: