KODE BABI PADA MAKANAN BERKEMAS

(Surah 2 – Al Baqarah : Ayat 172)
Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari benda-benda yang baik (yang halal) yang telah Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika betul kamu hanya beribadat kepadaNya.

Assalamu’alaykum warohamtullah..

Oleh Dr.M. Anjad Khan

Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib, bekerja sebagai pegawai di

Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya,

mencatat semua merk barang, makanan & obat-obatan

Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran,

bahan-bahan produk tesebut harus terlebih dulu mendapat ijin dari BPOM

Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di bagian QC. Tak heran jika ia mengetahui

berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebut

dituliskan dengan istilah ilmiah, namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam

bentuk matematis seperti E-904, E-141.

Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis, dia penasaran

lalu menanyakan kode matematis tersebut kepada orang Prancis yang berwenang

dalam bidang itu. Orang Prancis menjawab, Kerjakan saja tugasmu, dan

jangan banyak tanya …!

Jawaban itu, semakin menimbulkan kecurigaan Sahib, lalu ia pun mulai

mencari tahu kode matematis dalam dokumen yang ada. Ternyata, apa yang

dia temukan cukup mengagetkan kaum muslimin dunia. Hampir di seluruh

negara bagian barat, termasuk Eropa pilihan utama untuk daging adalah daging

babi.

Peternakan babi sangat banyak terdapat di negara- negara tersebut. Di

Perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000 unit.

Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan

dengan hwan lainnya. Namun, orang Eropa & Amerika berusaha menghindari

lemak-lemak itu. Yang menjadi pertanyaan dikemanakan lemak-lemak babi

tersebut ? Babi-babi dipotong di rumah jagal yang diawasi BPOM, tapi yang bikin

pusing POM adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi.

Dahulu sekitar 60 tahun lalu, lemak-lemak babi itu dibakar. Kini mereka

pun berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut. Sebagai awal uji

cobanya, mereka membuat sabun dengan bahan lemak babi, dan ternyata

berhasil.

Lemak-lemak itu diproses secara kimiawi, dikemas rapi dan dipasarkan.

Negara di Eropa memberlakukan aturan yang mewajibkan bahan setiap

produk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Karena itu, bahan

dari lemak babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada

kemasan produknya. Agar mudah dipasarkan, penulisan lemak babi dalam kemasan

diganti dengan lemak hewan. Ketika produsen ditanya pihak berwenang dari negara Islam,

maka dijawab lemak tersebut adalah lemak sapi & domba. Meskipun begitu

lemak-lemak itu haram bagi muslim, karena penyembelihannya tidak sesuai

syariat Islam.Label baru itu dilarang keras masuk negara Islam, akibatnya

produsen menghadapi masalah keuangan sangat serius, karena 75% penghasilan

mereka diperoleh dengan menjual produk ke negara Islam, mengingat laba yang

dicapai bisa mencapai miliaran dollar.

Akhirnya, mereka membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti BPOM,

sementara orang lain tak ada yang tahu. Kode diawali dengan E ? CODES,

E-INGREDIENTS, ini terdapat dalam produk perusahaan mutinasional,

antara lain :

pasta gigi, pemen karet, cokelat, gula2, biskuit, makanan kaleng,

buah2an kaleng, dan beberapa multivitamin serta masih banyak lagi jenis makanan

& obat2an lainnya.

Karena itu, saya mohon kepada sesama muslim dimana pun, untuk

memeriksa secara seksama bahan2 produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannya

dengan daftar kode E-CODES, berikut ini karena produk dengan kode-kode

di bawah ini, positif mengandung lemak babi :

E100, E110, E120, E-140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234,

E252,E270, E280, E325, E326, E327, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482,E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635, E904.

Adalah tanggungjawab kita bersama untuk mengikuti syari’at Islam dan

juga memberitahukan informasi ini kepada sesama muslim lainnya.

Semoga manfaat,

M. Anjad Khan

Medical Research Institute <ST1:COUNTRY-REGIoN w:st=”on”>United States</ST1:COUNTRY-REGIoN>

************ ****

Prennss …kalo mo hang out di Starbucks or Coffebean, pikir2 ulang deh

… karena, ternyata semua minuman mengandung elmusifier yang berasal

dari babi. Kalo membeli makanan kita juga gampang mengetahui halal or haram,

caranya dg melihat ada tidaknya kode E ? trus tiga digit angka dibelakangnya,

dan itu artinya bahan2 berasal dari lemak babi…

************ ****

Dear all …

Jika memang emulsifier yang dipake starbuck adalah kode E471 (tidak ada

embel2 lain, misal : lecithin de sojaatau soy lecithin), maka saya

yakni bahwa “origin”nya adalah pork or varken (babi)

Sebenarnya tak hanya E471 tapi juga E472, para keluarga muslim

Groningen the <ST1:COUNTRY-REGIoN w:st=”on”>Netherlands</ST1

:COUNTRY-REGIoN>
& ikatan kel muslim Eropa memperingatkan kami utk

mengecek content / ingredient emulsifier ini pd setiap produk makanan yg akan

dibeli. Kami pun sempat kaget, karena emulsifier juga digunakan pada roti

tawar. Karena itu, kami sarankan kpd kel muslim utk pilih roti tawar dg

istilah biological bread (non-chemical additive), tentu saja resikonya harga

lebih mahal (1/2 blok roti tawar jenis ini hampir 3 X harga roti tawar dg

emulsifier), yang pentingkan halal.

************ ********* *******

FYI ….

E471 biasa dikenal dg sebutan lecithin è originnya merupakan ekstrak

dari tulang babi.

E472 (saya tak ingat nama dagangnya) è originnya adalah ekstrak

tulang babi.

Kedua additive ini merupakan senyawa turunan dr asam lemak (fatty

acid). Biasanya kedua additive ini sangat sering ditemukan pada produk2

berikut :

Produk makanan mengandung cokelat è roti, ice cream, biskuit, dll

Produk makanan yg perlu elmusifier è coklat bar, ice cream, or bulk,

coffee cream, marshmallo, jelly, dsb

demikian informasi yang saya dapat dari sebuah blog milik seorang ukhtiy (anysenja.multiply.com). semoga bermanfaat untuk kita, karena pernah saya dengar bahwa attitude seseorang itu juga bergantung pada makanan yang dikonsumsinya. bila baik makanannya maka insyaAllah baik juga akhlaknya. Wallahu a’lam bishshowab.

4 Responses so far »

  1. 1

    wah…

    bagus ini..

    halal dan tidak halal

  2. 2

    Sangat membantu untuk mengkategorikan makanan yang halal dan yang tidak halal. Terimakasih untuk artikel menariknya.

  3. 3

    ahmad fauzi said,

    mantap… sip brow…!!!

  4. 4

    Marzocchi Ns said,

    subhannallah,,,, thx atas infonya


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: